In

Seratus Delapan Puluh Derajat

Siapa dikau gadis pribumi
buat hausku bertambah
tutup sepi, kau pembatas keran imaji
tau kau kapan masuk dan keluar labuh hati
kuambil simpulan sendiri..

lama ku tunggu momentum pun jatuh
terlalu aku ekspektasi berlalu
gugup depanmu tak kuperlihatkan
hanya antusias akhirnya bertemu

suka tatapmu
tutur kata lucu
gelak tawa spontanmu
candu..

tatap aku lagi
mencoba telepati
jangan berpaling, aku anti
beriku sebentar nikmatmu itu
untukku sendiri

sampai di penghujung janji
sebelum dentingan berkumandang
kucoba menahan, kau iyakan
tutup pelan, senyummu tersaji

mengerti aku pertama kalinya
menahan kenikmatan,
harapanku teriak berbeda
dan pertama kalinya
nikmat bercinta lewat mata,
telinga, semua indera.

Yogyakarta 10/04/2009

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

salah

Aku benarkan, untuk kembali melepaskan tembakan tanpa membidik
Jiwaku selamat, ketika terbakar itu dataran terlanjur menguasai
Jiwaku selamat oleh sepasang lengan lain yang bisaku taklukkan
Berharap kau lupa, huharap kau bisa memutuskan keluar dan pergi

Kenapa?
Jadi cinta bagiku tidak berjalan seperti ini
Jangan menetap
Atau aku harus mengatakan sejujurnya
Jadi jangan berjalan dengan caramu
Tolong jangan tinggal
Kalau itu bukan jalan kita

Entah mengapa, aku membiarkanmu bersumpah
Membiarkanmu mengalir di samping pembuluh darah
Selamat tinggal, pulasku tertidur di kereta yang sedang berjalan
Aku puas, aku kini benci bukit dan pohon yang kita rindukan
Dan takut kau akan menepati sumpahmu yang penuh ekspektasi

Kenapa?
Awalnya tak berjalan seperti ini
Jangan tinggal
Atau aku akan dengan lantang
Mengaku membencimu
jangan tinggal
Ini akan jadi kesalahanku

Kita sudah terlalu dekat dengan kehancuran
Kita sudah (Terlalu dekat) untuk bercinta
Terlalu dekat
Dan kembali seperti semula

Jangan tinggal
Atau ini akan jadi murni jalanku
Dan kau jadi kesalahan terbesarku.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Ini Fase Bertahan

Sekarang waktuku bertahan, bukan menyerang
Tidurku hidup, mimpiku berlari dan bangunku mati
Dibayangku tuntutan tempo hari
Mencegah ketakutan mereka satu persatu
Terjadi

Ini faseku bertahan, waktuku menahan
Benakku, Mereka asumsi lagi lagi dan lagi
Membabi buta sini sana menerka ria
Kuhibur diri, jalanku tebal kutambal
Aku bebal

Aku disini saja
Diam ditempat
Betah menahan
Mencegah serangan

Caraku bertahan.

Yogyakarta, 08/03/2019 21:46






Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Mudah

Pagi, matahari beranjak tinggi
Oh, kupikir kabut inilah penyamaran terbaikku
Dan lalu kau terfikir olehku
Apa yang sempat kukatakan, pernah buat matamu memalu
Kagum dan benciku bersamaan melihat senyum mu
Dan menyaksikan awan mendung tutup cahayamu

Coba beri waktu
Aku merasa seperti akan pergi
Karna tak pernah memiliki kesempatan
Kesempatan untuk melanjutkan

Mencintaimu itu mudah
Setiap lelaki melihatmu merasakan hal yang sama
Dan aku merasa tak perlu membuktikan satu hal pun
Karna akan tiba waktu kubuat kau hilang 
Dalam rasaku

Kauberi semua kartumu selama ini padaku
Namu aku takkan pernah menunjuk apalagi memilih satu
Aku lebih memilih memelukmu lebih dekat daripada
Mencoba untuk mengerti maksudmu
Mengerti sejauh mana kagumku

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Bunga Sebelum Tidur

Reda cerah hujan berubah
hilang mendung sabar berbuah
senyumnya kembali berarti
canda tawa jadi pelangi

Saat ku punya ibarat
saat dunia tak berpihak
kuingin mendungmu mendungku menyatu
mandi hujan, lepas penyesalan
lepas beban, lebur jadi satu
pelangiku

Terus ku rawat, ingat pekat
malam-malam lelah letih lalu
tak habis tanya
ideku ada begitu saja
tak habis jawab
bahasamu sungguh lembab

tak henti henti
hilang saat rebah pagi
mengalir begitu saja
alam bawah sadar bekerja

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Hubungan tanpa cita cita

setahun lalu
berikutnya sekarang
saat ini detik
kita hidup dalam hirup pikuk
dunia yang memekik

selanjutnya rencana
mengenang janji
pilu berkhianat
ingat kita biru

Kembali lagi
sama hitam
kelam ruam
terlanjur rugi

kita depan belakang
tak pernah jujur
sisi berkurang
kata samping tenggelam

lalu ku berenang jauh
air tak berujung
aku membutuhkanmu
bukan menyanjung

aku hanya ingin kita berdiri
menari lincah saat lagu kita diputari
sementara menunggu pagi
kita tau kita mati diujung hari.

Aku Kamu Hari Ini.
yogyakarta 07/02/2019

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

apa kabarmu cinna

apa kabarmu orang cina, haha
jika namamu kubelah dua
lama sudah tak bertutur sapa, kita
jadi canggung saat melihat segala berubah
yang hanya bisa sesekali mengintip menyapa
disosial media

kulihat kau makin mekar
pengalamanmu menjulang
lalu lalang, berpetualang
sehat selalu, doa terbaik untukmu

kudengar kau makin hebat
kau tunjukkan pada dunia
kau punya banyak bakat
buat kagum semuanya

aku bahagia
kau pun sama
tapi kita tak berdua
kita arah yang berbeda

dulu ingin kutulis sepucuk surat untukmu,
masih ingat? surat itu untuk harapanku
semoga yang hilang di fase-fase harapan
mampu membendung rasa yang menjulang perlahan

untukmu yang pernah ku menitip harap
semoga tak lekang engkau saat hidup ku kelak hengap.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments