In

Kekagumanku


Aku mempelajari kehidupan
Dimana keseimbangan bukan hal yang diutamakan
Cicit adam dan hawa bernafsu berlomba mencari makan
Mereka berlomba, Liar dan tak terbendungkan.

Namun minoritas tetaplah minoritas
Konsisten dengan fikiran walau hanya sekaki
Hanya ingin membela diri
Salahkah ketika mencaci orang yang dihormati
Salahkah membalas kata orang yang paling disayangi
Sampai merusak persepsi awam yang katanya paling manusiawi

Aku memang rentan layaknya cuaca
Diombang ambing hiruk pikuk kehidupan
Belum menemukan jawaban
Tetapi tetap mencari
Sama seperti kekeringan disana yang mengharap hujan
Ketika berfikir dan menjalani

Sore yang mendung ini
Mewakili fikiran ini, sakit hati ini mengganggu
Aku berserah pada takdir
Pasrah padaNYA dalam menghadapi
Redup senyap kelam benderang irama melodi
Celakanya sistem kehidupan ini.






Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar