Di era milenium seperti sekarang seni merupakan kebutuhan setiap manusia.
Dibutuhkan karna perkembangannya dari hari ke hari semakin memenuhi kebutuhan
konsumen yang rata rata anak muda. perkembangannya selama ini khususnya di
music Electronic Dance Musik sangat merajalela dan menggerus musik Pop
khusunya, namun di dalam negri musik dangdut masih menjadi trend bagi sebagian
masyarakat karna memang pada dasarnya dangdut adalah musik rakyat dan sangat
kental dengan Indonesia.
Ketika insudtri musik nasional masih dikuasai genre Pop balad dan Dangdut,
banyak genre lagi yang tak kalah populer dan perkembangannya dari hari ke hari
makin eksis karena makin banyaknya penikmat genre tersebut dan genre musik folk
adalah salah satunya. Musik folk pertama kali muncul di wilayah Amerika,
Inggris dan Kanada di awal tahun 50-60 an dan mencapai puncak ketenaran
semenjak menjadi pilihan genre salah satu band lagenda di dunia yaitu The
Beatles pada tahun 1964 yang konsisten dengan aliran Folk Rocknya. Musik Folk
Rock lebih menyentuh sisi realita manusia, fantasi hidup, pesan perdamaian,
kecintaan pada alam, sampai berbicara mengenai revolusi dan warna kulit di
lirik-lirik yang dibawa oleh para senimannya.
Musik Folk di Indonesia kini Perkembangan sendiri masih terjaga dengan mulai
banyak penggemar dan bisa diterimanya musik tradisional yang dicampur dengan
harum alat musik modern, menunjukkan suatu progress yang baik. Ditunjukkan
pentolannya seperti: Vicky Sianipar, Discus, Navicula, Ubiet dan lain
sebagainya. Tidak kalah dengan pendahulunya seperti: Krakatau atau Guruh Gipsy
yang jaya pada era 70’an hingga 90’an. Menggeser pengaruh bahwa Folk Indonesia
identik dengan Iwan Fals, Ebiet G.A.D, Swami, Franky Sahilatua, Leo Kristi,
Mukti-Mukti, Ary Juliant dan musisi-musisi lainnya. Ini adalah kemajuan yang
sangat baik di era tahun 2000an. Ya, di Indonesia untuk Folk yang bernuansa
segar lainnya hari ini sedang mengalami peremajaan yang sangat baik.
Banyaknya
bermunculan band-band indie yang mengusung tema-tema Sosial, Alam dan kritik yang
dibalut bahasa yang baik dari musisi Folk yang muda. Tidak lagi selalu dipegang
oleh kaum Folk tua dan konsumsi orang tua. Seperti Efek Rumah Kaca, Fourtwnty, Nosstress, Sore, F.L.O.A.T, Cozy Street
Corner, , dan kawan-kawan Folk muda di
masing-masing daerah.
Kemajuan musik Folk sendiri merupakan suatu angin segar bagi para musisi yang berproses di kalangan pergerakan sendiri. Dengan lagu yang mereka hasilkan bisa mempengaruhi mindset masyarakat luas dan memperbaiki moral dan etika penikmatnya secara tidak langsung. Efek Rumah Kaca contohnya yang menyampaikan pesan sekaligus melawan lupa lewat lagunya DI Udara yang menyinggung tentang salah satu aktivis HAM yang mati diracun dipesawat yaitu Munir yang sampai sekarang pelakunya masih berkeliaran bebas diluar sana dan seakan akan dilindungi oleh negara. Fourtwnty dan Nosstres khususnya yang membawa pesan moral, sosial dan ktirik terhadap pemerintah yang potretnya dikehidupan tidak memihak rakyat dan condong membela korporasi. Namun kemajuan musik Folk dengan berbagai jenis alirannya belum bisa menyentuh seluruh kalangan yang ada di Indonesia karena penikmatnya hanya sebagian mahasiswa dan segelintir anak muda lainnya. Walaupun begitu gerakan struktural yang diupayakan lewat seni khsusnya di musik sangat membantu para aktivis dan golongan yang berkonsentrasi di berbagai hal demi menciptakan hal postif demi mengubah sistem secara perlahan dan efektif.
0 komentar:
Posting Komentar