In

Problematika Pendidikan


        Pendidikan punya arti yang sangat luas dan milik setiap manusia. Pendidikan dan segala bentuk esensinya di kehidupan yang saya rasa belum dilaksanakan dengan baik di negara kita tercinta, baik secara terpusat apalagi di daerah daerah yang tidak terjangkau atau tak ingin dijangkau oleh pemerintah. Namun semakin banyak kita melihat kebobrokan pendidikan kita baik di berita nasional atau melihat sendiri realitanya dikehidupan sehari hari semakin kita diajak untuk berpikir bahwa pemerintah masih jauh dari kata sukses dalam menjalankan tugas dan wewenangnya secara konstitusional. Pendidikan yang dikelola dan regulasi oleh pemerintah seharusnya mengacu pada cita cita mulia republik ini di pembukaan Undang Undang Dasar 1945 alinea ke-4 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Berbagai problem di dunia pendidikan kita mulai dari Sistem/ kebijakan pemerintah yang saya rasa masih banyak yang perlu dibenahi dan mekanisme berfikir rakyat indonesia dalam memandang apa sebenarnya dan diperuntukkan untuk apa pendidikan itu sendiri. Pemerintah sebagai fasilitator rakyat untuk dapat menciptakan wadah pendidikan yang baik dan menjaga esensi pendidikan agar tercapai yang berskala nasional dari Sabang sampai Merauke  dirasa masih belum maksimal dengan melihat realita pendidikan di indonesia sekarang yaitu ketidakadilan dalam prosesnya. Pendidikan sekarang kasarnya hanya untuk orang ber duit saja dan pemerintah saya nilai mendukung proses pemandekan proses pendidikan di negeri kita itu sendiri agar lebih baik dari hari ke hari dengan keberpihakannya terhadap Sekolah-sekolah yang men standarisasi calon siswa mulai dari kelas (golongan), keuangan, sampai latar belakang. Masih banyak contoh yang bisa kita lihat dari ketidakadilan pemerintah kita dalam menjamin pendidikan kita mencapai esensinya, salah satu contoh lainnya adalah belum meratanya fasilitas dan sumber daya pengajar yang masih minim membuat perkembangan pendidikan di Indonesia stak di satu pemikiran yang berkembang di rakyatnya yaitu pendidikan hanya ajang bersaing untuk dapat pekerjaan yang layak dan digunakan untuk memperkaya diri dan keluarga.  Betapa jauhnya pemikiran itu tadi dari esensi pendidikan yang saya pernah baca di buku Paulo Friere yang bunyinya "pendidikan yang memanusiakan manusia" kata tersebut mewakili dari seluruh esensi pendidikan itu untuk kehidupan dunia ini bagi saya pribadi. Pendidikan adalah alat untuk memperbaiki, memberikan solusi dan melawan sistem yang sudah dirusak sebagian orang yang menciptakan paham kalau Manusia bisa di dikte, diatur dan diperbudak nominal dalam kehidupan.

          Pendidikan disini seharusnya bagi saya haruslah menjadi cara, metode dan alat untuk melawan. Melawan ketidakadilan melawan penindasan, dan melawan sistem yang dibuat oleh 1% manusia yang nafsu dunianya diatas rata -rata yang ingin 99% lainnya tetap menjadi manusia konsumtif dan menjadi budak di negri sendiri. Sangat terasa sekali bagaimana virus kapitalis di kehidupan ini sudah sangat keterlaluan merajalela banyak orang pintar diajak menjadi bodoh banyak orang baik diajak menjadi jahat dan semakin banyak orang jahat diajak menjadi kejam lalu pendidikan itu untuk apalagi kalau manusia saling memanfaatkan untuk apalagi kalau semua menolak berbagi dan untuk apalagi pendidikan kalau dikehidupan kita saling membunuh dan membenci. Saya selalu berfikir bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang ia seharusnya lebih baik dalam hal bersosial dengan tujuan untuk mensejahterakan sesamanya agar kehidupan lebih tertata dan mencapai kata absolut dalam defenisi manusia yang katanya makhluk sosial makluk paling sempurna.

   Potret Pendidikan dan saling keterkaitannya dengan masalah yang lain semestinya menjadi salah satu konsentrasi kita  mahasiswa sebagai intelektual yang dengan jenjang pendidikan lebih tinggi berupaya dinamis dalam proses kehidupan untuk memperbaiki stigma - stigma masyarakat banyak khususnya orang tua yang membuat anak bangsa dari hari ke hari makin bermental abal - abal menghadapi tantangan kehidupan juga tak sedikit yang menjadi pesimis terlebih dahulu sebelum mencoba. Keseimbangan antara akademik dan kontribusi kepada masyarakat akan membuat mahasiswa lebih berguna dengan bekal ilmu yang tidak dipendam sendiri saja tapi ikut memberikan kontribusi dalam berbagai aspek positif kepada masyarakat dalam mendukung kebijakan pemerintah agar masa depan republik ini mencapai kesejahteraan umum. Mengawal dan mengawasi pemerintah dalam memenuhi janji Negara di UUD 1945 pasal 31 ayat (1) dan  (4) untuk memberikan hak kepada siapa saja untuk mengenyam pendidikan, memberikan fasilitas serta mensubsidi anggaran untuk rakyat miskin dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Adil bertanggung jawab dan tepat sasaran dalam pengimplementasian kebijakan untuk melahirkan generasi bangsa yang memiliki pola pikir, sikap, tindakan serta kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar